THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Saturday, November 12, 2011

Liefde (Sinopsis)

Pertama,

“Dia emang anaknya gitu. Udah biarin aja, gak usah diambil hati ya?”


Kedua,
"Teman?" Ia tersenyum sarkatis.

Ketiga,
"Iya. Meninggal sepuluh tahun yang lalu. Kecelakaan..." Ia tetap berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya.

Keempat,
"Mimpi itu harus lo kejar. Apapun yang terjadi."

Kelima,
"Kadang gue kangen sosok dia." Matanya mulai berkaca-kaca. Lelaki itu merengkuhnya dalam pelukan dan ia pun mulai terisak.

Keenam,
"Seharusnya lo gak usah dateng ke sekolah gue!" Gadis itu merengut tanpa henti.
"Yeeee kan gue cuma mau buktiin ke guru lo, kalo lo gak salah!"


Ketujuh,
"Yo! Rio! Gue keterima!" Ia membuka sepatunya dengan tidak sabar dan segera masuk ke dalam rumahnya.

Kedelapan,
Ia masih mematung. Tidak percaya akhirnya saat itu datang juga. "Kenapa dia gak pamit sama gue?"

###

Sebuah kisah cinta klasik yang biasa. Seorang lelaki yang tiba-tiba hadir dan tinggal di rumahnya. Terpaksa karena sang ayah harus mengerjakan tugasnya dan tidak ingin melibatkan sang anak.
Awalnya gadis itu tidak suka dan merasa terganggu dengan kehadirannya. Tetapi lama kelamaan, lelaki itu mulai mengubah harinya. Menghilangkan rasa kesepiannya, Mendukungnya untuk meraih mimpinya, Melindunginya, dan... Menyayanginya.
Tanpa sadar, gadis itupun memiliki perasaan yang sama. Bagaimanapun lelaki itu telah mengubah hidupnya.
Kini, bagaimana jika setelah lama bersama, mereka harus berpisah? Tanpa sepatah katapun di saat satu yang lainnya hampir meraih mimpinya...